Kabid. Penelitian Pengkajian dan Pengembangan MAPORINA
Penyakit yang disebabkan oleh virus ke manusia, hewan, maupun tumbuhan sampai dengan detik ini belum ada obatnya, karena tergolong penyakit yangsembuh karena stamina dirinya sendiri (self limiting diseases) sehingga dibuatlah rekayasa biologi dengan vaksinasi/ imunisasi agar terbentuk tentara (antibodi) dalam tubuh. Selengkapnya di link Tulisan
Pertemuan Ketua Umum Maporina Lama (Bapak Dr. Zaenal Soedjais) dengan Bapak Menteri Pertanian RI di Kantor Kementrian Pertanian RI dalam rangka persiapan kehadiran bapak Menteri dalam Acara Konggres III Maporina di Jakarta.
Pengurus Maporina bersama Menteri Pertanian. Dlm rangka audiensi persiapan Konggres Nasional III dan Workshop Maporina, 28 September 2011 di Jakarta.
Pengembangan Pertanian Organik di Tanah Bumbu(Dr. Ir. Ririen Prihandarini, MS)
Pada tahun 2011 Maporina bertugas mendampingi petani petani Transmigran di beberapa UPT untuk mengembangkan usaha pertanian organik di lahan pekarangan masing masing petani trans. Lahan pekarangan di lokasi transmigrasi tiap KK rata rata seluas 2500 m2. Usaha yg dilakukan antara lain : budidaya ternak ( sapi, kambing, domba, ayam, itik dll.) ataupun ikan secara organik, maupun budidaya sayuran organik seperti kacang panjang, kangkung, timun, sawi, slada, kangkung organik dll. Daerah yang dikembangkan adalah UPT Telang Sumatera Selatan, Propinsi Jambi, Propinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat.
1. Abad 21 ini, gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah menjadi trend baru masyarakat dunia.
2. Orang makin sadar bahwa penggunaan bahan kimia non-alami, seperti pupuk dan pestisida kimia sintetis, dalam produksi tan. berdampak negatif bagi kesehatan manusia dan Lingkungan.
3. Satu dari empat orang di Amerika Serikat meng -konsumsi beragam produk organik.
4. Media Organik Inggris memberitakan bahwa pedagang yang menjual makanan organik di Asia meningkat 20% setiap tahunnya Australia telah mengambil peluang ini dengan mengekspor sayuran organik ke pasar Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, Malaysia, dan SingapuraSupermarket Wal-Mart dan Carrefour adalah dua pusat perbelanjaan yang mendapatkan keuntungan dari peningkatan permintaan produk organik.
Supermarket Wal-Mart di Beijing menyatakan penjualan sayur organik meningkat tajam menjadi 88% dalam kurun waktu 12 bulan sejak bulan November 2006 dari penjualan terakhir tahun 2005-2006 sebesar 13.6%.
Peneliti : RAPID (Research Andalan Perguruan Tinggi & Industri)
Tahun 2009 - 2011
Pestisida organik merupakan hal penting yang perlu dikembangkan sebagai penunjang pesatnya pertanian organik disamping pupuk organik.Tanpa pengembangan pestisida organik secara industri maka pengembangan pertanian organik secara besar-besaran tentu juga akan sulit. Potensi tanaman obat-obatan di Indonesia sangat memungkinkan menjadi bahan baku pestisida organik, namun teknologi pembuatan pestisida organik yang ada masih terbatas. Pestisida organik yang berkembang hanya bisa bertahan bagus dalam waktu sangat pendek, sehingga sulit jika akan dipasarkan secara luas.Kelemahan ini yang menjadikan kendala pembuatan pestisida organik belum bisa berkembang pesat secara industri.
Mikroorganisme merupakan teknologi yang bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan tersebut, karena mikroorganisme ada yang bisa berfungsi sebagai pengawet, penambah energi maupun antibiotik alami.Industri mikroorganisme di luar negeri sudah mulai berkembang dan digunakan untuk berbagai bidang, diantaranya pertanian dalam arti luas (tanaman, ternak & perikanan), bidang Lingkungan juga sudah berkembang. Berbagai produk sudah banyak dikembangkan namun dari segi ilmiah masih lemah penelitian dan pengembangannya.Ini membuat perkembangan industri mikroorganisme di dalam negeri ini sangat lambat.
Bukti bahwa kekayaan mikroorganisme di Indonesia ini unggul adalah kenyataan yang terpancar dari kekayaan sumber alam Indonesia dari dalam bumi. Mulai kekayaan aneka tumbuhan, hewan dan tambang, yang semua itu tidak lepas dari keterkaitannya dengan tanah.Tanah merupakan tempat berkembang biak mikroorganisme secara alami dan di dalam tanah terdapat berjenis jenis mikroorganisme yang bisa menyuburkan tanaman, menyediakan makanan bagi ikan bahkan bagi manusia. Dari aktivitas mikroorganisme kita mendapatkan berbagai keaneka ragaman hayati.
Untuk itu sudah seharusnyalah dunia mikroorganisme Indonesia ini mulai dikembangkan secara industri agar bisa turut membantu perkembangan pertanian organik di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.
Teknologi yang ramah lingkungan, berdasarkan pada prinsip prinsip alami namun juga menggunakan manajemen industri ini merupakan salah satu solusi yang akan ditawarkan dalam Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (RAPID) yang bertujuanuntuk MENGEMBANGKAN PESTISIDA ORGANIK DARI TANAMAN OBAT & MIKROORGANISME SKALA INDUSTRI.
Alhamdulillah Gebyar Organik telah dilaksanakan dengan lancar, semoga hasilnya bisa bermanfaat bagi masyarakat....khususnya pemerhati Lingkungan dan spesial "Organik".
Dalam acara pembukaan dihadiri oleh : Dirjen P2MKT : Bp Drs. H. Djoko Sidik Pramono, MSi, Komisaris Utama BRI : Bp. Prof. Dr. Ir. Bunasor Sanim, mantan Dirjen Dayasos yg sekarang menjadi Staf Ahli di Depsos : Bp Prof.. Dr. Gunawan Sumodiningrat MEc. dari staf Ahli Menko Perekonomian (ahli perpupukan khususnya masalah subsidi pupuk) : Drs. Abdul Salam, MSi. Disamping itu telah ditandatangani kerjasama antara MAPORINA dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang dalam hal pendampingan dan kerjasama pengisian artikel khusus "organik" di Jurnal AGRIVITA yang terakreditasi DIKTI Depdiknas. Dalam sesi terakhir Prof. Hembing (begawan obat obatan tradisional) bercerita pentingnya mengkonsumsi makanan organik demi kesehatan kita....(selengkapnya bisa disimak khusus tulisan beliau). Prof Hembing juga memberikan peluang kerjasama dengan MAPORINA dalam tulisan tulisan beliau tentang organik. (kita tunggu follow up nya)...
Tidak kalah pentingnya dalam sesi ini Bupati Bondowoso juga bercerita tentang bagaimana "kebijakan2 yang dilakukan di Bondowoso untuk mendukung daerahnya agar petaninya bertani organik. Program yang diluncurkan adalah BOTANIK (Bondowoso Bertani Organik)......kita tunggu implementasi program tsb....kita berharap Bupati Bondowoso nanti bisa mendapatkan "AWARD" Bupati Organik, seperti Bupati Sragen......kita akan kawal beliau, kita dampingi agar semangat dalam mengimplementasikan kebijakannya dan disambut bagus para pendamping dan masyarakatnya......
Puncak Acara di awal adalah Penyerahan AWARD, Maporina Award 2009 ini diberikan kepada penulis hasil penelitian tentang "organik", siap penenangnya...dan apa penelitian & tulisannya sehingga menerima AWARD tsb......kita simak......di halaman berikut...
Menanam sayuran organik sangat menyenangkan, bagaimana caranya ? Bisa pada halaman, lahan pekarangan maupun di sawah. Ditanam dalam pot, polybag atau pun di bekas paralon ataupun bambu bekas. Berikut dibawah ini cara budidaya sayuran organik di lahan pekarangan ataupun sawah. Dimulai dengan :
Pengolahan Tanah dan Pemupukan.Tanah yang akan
ditanami dengan sawi, pokcai, bayam, kangkung dan seledri harus diolah dahulu
dan diberi pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak, limbah
limbah organik yang telah diolah terlebih dahulu menggunakan konsep
fermentasi.
Selanjutnya selain budidaya sayuran organik, ada album Sarasehan di Kampung Rusa.....
GEBYAR Organik 2009, tanggal 11 November kemarin dibuka oleh Ketua Umum MAPORINA : Dr. Zaenal Soedjais didampingi oleh Drs. Yudi Agustono, Kasubdit Informasi Teknologi (IT) dan Promosi Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, DIKTI DEPDIKNAS yang membacakan Keynotes speaker Menteri Pendidikan Nasional yang telah memberikan dana Hibah bagi MAPORINA untuk menyelenggarakan kegiatan ini sebesar 200 juta. Dana tersebut selain digunakan untuk penyelenggaraan Seminar Nasional tentang Pengembangan Agrobisnis berbasis Pertanian Organik, sekaligus memberikan penghargaan kepada 3 Penulis terbaik Hasil Penelitian tentang Organik. Dari hasil penilaian dewan juri (yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Bunasor Sanim, dan anggota Bp. Basofi Sudirman dan Ir. Rahman Subandhi), terpilih penulis terbaik I adalah : Dr. Ir. Sukamto, MS (dari Fak Pertanian Unioversitas Widya Gama Malang) yang mengangkat penelitian tentang JAMU GENDONG. Penulis terbaik II adalah : Ir. Syafrullah, MSi (FP Unmuh Palembang) dan Ir. Setiawati, MS (FP. Univ. Tridinanti Palembang) dengan tulisan tentang sayuran terapung untuk mengatasi lahan pasang surut di lokasi Transmigrasi Ogan Ilir. Sedangkan Penulis terbaik III berasal dari Politeknik Negeri Lampung : Agung Adi Chandra, SKt, MSi yang meneliti tentang imunisasi bagi ayam dari temulawak. Dalam acara tsb hadir pula Dirjen P2MKT Depnakertrans Bp Drs. Djoko Sidik Pramono, Staf Ahli Mensos : Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, Komisaris Utama BRI : Prof Dr. Bunasor Sanim, Staf Ahli Menko Perekonomian : Drs. Abdul Salam, MSi. Prof Hembing dan Bupati Bondowoso juga sebagai nara sumber utama disamping pemenang lomba tsb. Dalam acara tsb telah ditandatngani pula kesepakatan bersama antara Fakultas Pertanian Brawijaya deng MAPORINA dalam penulisan dan pembinaan penulisan Jurnal Agrivita.
Nama Prof.H.M. Hembing Wijayakusuma dikenal sebagai pakar pengobatan berbasis ramuan tradisional dan alami. Manfaat dan khasiat obat-obatan
natural ramuan beliau telah mengantar penggunanya menuju
kesembuhan.Atas permintaan banyak pihak, Prof.Hembing membukukan
buku-bukunya sebagai panduan kesehatan dan kecantikan.Beliau telah
membuktikan dengan ramuan alami, kesehatan, kebugaran, kecerdasan dan
kecantikan pun dapat terjaga. Anda pembaca setia buku Gramedia, karena
kami pun ingin anda sehat, bugar dan berpenampilan prima.
Bagi Hembing Wijayakusuma puasa menjadi sarana untuk menyeimbangkan
kesehatan lahir dan batin. Pakar pengobatan tradisional ini menyiapkan
ramuan dari tumbuhan yang dijadikannya menu berbuka puasa. .........................
INGIN BERTEMU BELIAU ?? IKUTI GEBYAR ORGANIK 2009
(MAPORINA mengundang beliau untuk memberikan pemikiran pemikiran beliau untuk mengkonsumsi makanan sehat yg "organik" tentunya.....silahkan hubungi : 08155507579, tempat terbatas)....
Dr. Ir. Lily Agustina salah satu penerima MAPORINA Award
2005, selain aktif di MAPORINA Cab Malang Raya, dalam kesehariannya beliau
membina Lily go to Organic. Lily go to Organic mengadakan kegiatan outlet
produk pangan organik mulai beras organik (beras hitam, beras merah, beras
putih hingga beras organik tumbuk lesung) sayuran yang serba organik juga
makanan dan bahan makanan yang serba organik.
MAPORINA bekerjasama dengan Jurnal AGRIVITA Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, disaksikan (kanan ke kiri) Prof Bunasor Sanim (Komisaris Utama BRI), Prof Dr. Gunawan Sumodiningrat (Staf Ahli Mensos), Prof. Dr. Sumeru Ashari (Dekan FP UB), Ketua Umum Maporina, Drs. Djoko Sidik Pramono MSi (Dirjen P2MKT Depnakertrans) dan Sekjen Maporina.
Pameran dalam Gebyar Organik di ikuti oleh beberapangusaha bidang organik antara lain artis kita Melly Manuhuttu yg juga pengurus MAPORINA Pusat, yang menampilkan produk produk pangan organik, sereal, suplemen organik, kecap, sirup yang semuanya organik.lihat hal berikut nya ada diaplay sayur organik